20 August 2019
  • 20 August 2019
Breaking News

APTRI Desak Pemerintah Benahi Industri Gula

By on 20 June 2019 0 29 Views

SURABAYA, ROC – Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), mendesak kepada Pemerintah untuk membenahi Industri Gula, terutama di sektor investasi, agar kegiatan impor tidak dikuasai oleh swasta.

“Gula impor dihadirkan bukan untuk memukul atau mematikan, tapi untuk kepentingan stabilitas harga yang bisa mendatangkan efek bermanfaat, karena impor gula harus dikuasai oleh Negara,” ujar Ketua Umum Dewan Pembina DPP APTRI HM Arum Sabil kepada awak media.

Persoalan gula dari tahun ke tahun selalu menjadi polemik dimana kebutuhan konsumsi gula secara nasional terus meningkat serta tidak sebanding dengan produksi gula yang dihasilkan didalam negeri ini.

“Pada lima tahun yang lalu konsumsi gula perkapita tercatat 18 kilogram. Dan sekarang konsumsi gula perkapita sudah mencapai 24 kilogram. Dari jumlah penduduk Indonesia yang mencapai 260 juta jiwa, kebutuhan gula secara nasional bisa mencapai kurang lebih 6 juta ton jika konsumsi gula perkapita 24 kilogram,” katanya.

Lanjutnya, produksi gula secara nasional selama lima tahun lalu tercatat diangka 2,5 juta ton. Sedangkan tahun 2018 lalu tercatat diangka 2,1 juta ton.

“Dan pada tahun ini produksi gula secara nasional berpotensi anjlok dibawah 2 juta ton, dan dalam kurun waktu tiga tahun, luas tanaman tebu di seluruh wilayah Indonesia masih berkisar 500 ribu hektare. Dan sekarang telah menyusut menjadi 400 ribu hektare,” katanya.

Sedangkan disisi lain kebutuhan gula secara nasional untuk konsumsi serta industri makanan dan minuman sudah mencapai 6 juta ton, sedangkan untuk kebutuhan rumah tangga sekitar 3 juta ton.

“Dan untuk kebutuhan industri makanan dan minuman sudah teratasi dengan gula rafinasi. Sedangkan untuk kebutuhan rumah tangga masih ada kekurangan pasokan mencapai 1 juta ton. Apabila produksi gula secara nasional dibawah 2 juta ton bisa bahaya,” tuturnya.

APTRI mendorong pemerintah untuk harus segera melakukan pembenahan disektor gula, yaitu dengan membenahi tanaman tebu varietas unggul dan menghidupkan kembali riset penelitian tentang tanaman tebu.

“Pemerintah juga berharap kepada petani tebu, agar bisa menghasilkan 100 ton tebu per hektar, tapi faktanya sekarang malah dibawah 70 ton per hektar,”mkatanya.

APTRI menyarankan bahwa kegiatan impor gula melibatkan perusahaan Milik Negara yaitu BUMN nantinya bisa bermanfaat untuk negara dan rakyat.

“Dan keuntungannya bisa digunakan negara untuk menyubsidi, membenahi dan merevitalisasi pabrik gula yang sudah tua. Kalau sampai impor dikuasai oleh swasta, mereka hanya berburu keuntungannya saja dan tidak memikirkan Indonesia menuju kemandirian pangan yang berdaya saing, tuturnya. (HP)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *