Wednesday, May 18, 2022
Home DKI Jakarta Antisipasi Warga Mudik Idul Adha Membludak, 27 Exit Tol ke Jawa Tengah...

Antisipasi Warga Mudik Idul Adha Membludak, 27 Exit Tol ke Jawa Tengah Ditutup

Penutupan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Kamis (6/5/2021) dini hari. (Twitter TMC Polda Metro Jaya).

Harmonimedia – Pemerintah masih mengkaji kemungkinan perpanjangan pelaksanaan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

Wacana perpanjangan PPKM darurat jadi pemberitaan setelah kasus Covid-19 masih belum menurun. Demikian pula dengan bed occupancy rate (BOR) yang relatif masih tinggi.

Oleh karena itu, untuk mengantisipasi masyarakat yang ingin mudik saat Idul Adha, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Polda Jawa Tengah sepakat untuk menutup 27 pintu Exit Tol mulai 16-22 Juli 2021.

“Karena banyak juga masyarakat Jakarta yang akan berangkat ke Jawa Tengah, terutama ini juga bagian dari antisipasi untuk orang-orang yang mencoba untuk mudik atau bepergian pada masa Idul Adha,” ujar Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo di Jakarta, dikutip hari ini, Senin (19/7).

Meski ditutup, namun masyarakat yang berkepentingan di sektor esensial dan kritikal masih bisa melalui exit tol tersebut.

Berikut merupakan sebaran 27 Exit Tol Jawa Tengah yang akan ditutup mulai 16-22 Juli 2021 mendatang:

1. Exit Tol Pejagan Brebes

2. Exit Tol Brebes Barat

3. Exit Tol Brebes Timur

4. Exit Tol Adiwerna Tegal Slawi

5. Exit Tol Gandulan Pemalang

6. Exit Tol Pekalongan

7. Exit Tol Kandeman Batang

8. Exit Tol Weleri Kendal

9. Exit Tol Pegandon Kendal

10. Exit Tol Kaliwungu Kendal

11. Exit Tol Krapyak Kota Semarang

12. Exit Tol Bandara Adi Soemarmo

13. Exit Tol Boyolali

14. Exit Tol Kartasura

15. Exit Tol Ngamplak Surakarta

16. Exit Tol Gondangrejo

17. Exit Tol Kemiri Karanganyar

18. Exit Tol Sragen

19. Exit Tol Tingkir, Kota Salatiga

20. Exit Tol Bawen, Kabupaten Semarang

21. Exit Tol Ungaran, Kabupaten Semarang

22. Exit Tol Srondol, Kota Semarang

23. Exit Tol Jatingaleh, Kota Semarang

24. Exit Tol Gayamsari, Kota Semarang

25. Exit Tol Kaligawe, Kota Semarang

26. Exit Tol Banyumanik, Kota Semarang

27. Exit Tol Tembalang, Kota Semarang

Selain itu, Jasamarga Transjawa Tollroad Regional Division (JTTRD) juga akan melakukan pembatasan lalu lintas kendaraan di Km 31 Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek arah Cikampek.

Kebijakan ini selaras dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

General Manager Representative Office 1 JTTRD, Muhammad Taufik Akbar, menjelaskan kegiatan pembatasan dan pengendalian lalu lintas kendaraan yang menggunakan jalan tol khususnya di Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek akan diberlakukan mulai 16 Juli 2021 hingga 22 Juli 2021.

“Ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek atas diskresi dari pihak Kepolisian akan mulai dilakukan pembatasan dan pengendalian lalu lintas kendaraan pada tanggal 16 Juli 2021 hingga 22 Juli 2021. Hal ini dilakukan untuk mendukung Pemerintah dalam upaya memutus penyebaran Covid-19 di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya,” jelasnya.

Taufik menjabarkan mekanisme pengendalian mobilitas yang dilakukan pada Tol Jakarta-Cikampek di Km 31 arah Cikampek. Bagi kendaraan pengangkut logistik, kendaraan yang masuk kategori sektor esensial dan kritikal termasuk kendaraan TNI/Polri, tenaga kesehatan serta emergency dapat melanjutkan perjalanan menuju arah Cikampek.

“Namun bagi kendaraan yang tidak memenuhi syarat akan dialihkan keluar Gerbang Tol (GT) Cikarang Barat 3,” tegas Taufik.

Selain itu, Taufik menambahkan, ada beberapa titik lokasi pembatasan dan pengendalian lalu lintas kendaraan di akses masuk dan keluar Jalan Tol Jakarta-Cikampek yang sepenuhnya diberlakukan atas diskresi dari pihak Kepolisian. Seperti di akses Gerbang Tol (GT) Bekasi Barat 1, GT Bekasi Timur 2, GT Tambun, GT Cikarang Barat 4, GT Cikarang Timur, GT Cibatu, GT Karawang Barat 1, GT Karawang Timur 1, dan GT Cikampek.

Adapun persyaratan yang wajib dipenuhi bagi pengguna jalan yang akan melintasi titik lokasi pembatasan adalah pemeriksaan protokol kesehatan seperti menggunakan masker serta kapasitas kendaraan yang hanya memuat 50 persen penumpang.

Selanjutnya memeriksa dokumen persyaratan perjalanan seperti Sertifikat Vaksin, Surat Tes Covid-19 (PCR/Antigen) dengan hasil negatif serta Surat Tugas/Surat Tanda Registrasi Pekerja (STRP).

red

Most Popular

Recent Comments