23 April 2021
  • 23 April 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Antisipasi ‘Kebocoran’ Penerapan Larangan Mudik Lebaran 2021, Kemenkes: Adakan Sosialisasi

Antisipasi ‘Kebocoran’ Penerapan Larangan Mudik Lebaran 2021, Kemenkes: Adakan Sosialisasi

By on 29 March 2021 0 82 Views

Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin soal larangan mudik Lebaran 2021. Foto: Kemenkes RI.

ROC – Saat Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Kesehatan (Menkes) Persiapan Idulfitri 1442 Hijriah, Budi Gunadi Sadikin mengutarakan, setiap kali liburan selalu ada peningkatan kasus COVID-19 antara 30-50 persen, baik dari kasus terkonfirmasi positif maupun kasus aktif COVID-19.

“Bahkan, dampak dari kenaikan kasus COVID-19 pada masa libur Natal dan Tahun Baru lalu, jumlah kasus aktif COVID-19 sampai saat ini masih meningkat walaupun ada penurunan sedikit,” ujar Menkes Budi, Senin (29/3).

Lebih jauh dijelaskan, kasus aktif COVID-19 yang berada di angka 130.000 orang dengan 80 persen di antaranya tidak ke rumah sakit (RS) 20 persen ke rumah sakit, 5 persen masuk ruang ICU (Intensive Care Unit), dan sekitar 2 persen meninggal.

Persoalan lain kebutuhan rumah sakit dari 130.000 kasus aktif mencapai 26.000 atau sekitar 20 persen. Apabila jumlah kasus aktif meningkat lagi, maka dipastikan kebutuhan rumah sakit juga akan semakin banyak.

Melalui keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com, upaya mengantisipasi terjadinya ‘kebocoran’ terhadap penerapan larangan mudik, Kementerian Kesehatan akan menyiapkan posko layanan kesehatan di jalur mudik.

“Selain memastikan ketersediaan obat-obatan dan alat pelindung diri di rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas layanan kesehatan, kami juga bekerja sama TNI/Polri, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan pemerintah daerah untuk memperkuat pengamanan hingga tingkat RT/ RW,” papar Menkes Budi.

Dikatakan juga, ketika kasus COVID-19 naik pasca libur panjang, menurut eks Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini dapat membuat letih masyarakat. Kebijakan pembatasan mobilitas bisa saja semakin ketat.

“Begitu (kasus COVID-19) naik lagi, kita letih sekali, bolak-balik naik. Masyarakat juga letih. Terpaksa nanti akan ada pembatasan mobilitas yang lebih ketat lagi. Jadi, buat saya, lebih baik kita sabar dulu, tahan dulu (mudik), sampai benar-benar pandemi terkontrol. Kemudian secara bertahap meningkatkan mobilitas,” pungkasnya.

Sebelumnya, pemerintah telah memutuskan larangan mudik Lebaran 2021, dari tanggal 6-17 Mei 2021.

“ROC peduli Covid-19: selalu menjaga kesehatan, jangan sampai tertular dan jaga keluarga kita. Jangan lupa tetap memakai masker, mencuci tangan memakai sabun, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.”

Red

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *