7 July 2020
  • 7 July 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Anak Kena Corona Capai 3.324, Sebelum Aktifkan Sekolah Kembali Ini Yang Harus Jokowi Lakukan

Anak Kena Corona Capai 3.324, Sebelum Aktifkan Sekolah Kembali Ini Yang Harus Jokowi Lakukan

By on 1 June 2020 0 175 Views

Foto: ilustrasi (dok.idj/ROC)

Jakarta, ROC – Di tengah Pandemi Corona atau Covid-19 ini, tahun ajaran baru pendidikan akan segera dimulai. Terkait hal tersebut, Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat pun meminta pemerintah mendengarkan masukan dari pakar pendidikan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia dalam menentukan metode belajar paling efektif di tengah kondisi pandemi ini.

“Penting juga untuk belajar dari negara lain untuk melihat metode paling efektif, termasuk ke negara yang sudah terlebih dahulu membuka kegiatan di sekolah, sebelum masuk t  ahun ajaran baru,” kata wanita yang akrab disapa Rerie dalam keterangannya, Jumat (29/5) lalu.

Rerie menjabarkan, berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) hingga 18 Mei 2020, jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) usia anak mencapai 3.324 dan sebanyak 129 anak berstatus PDP meninggal dunia. Menurutnya, hal ini menunjukkan anggapan kelompok usia anak tidak rentan terhadap Covid-19 atau hanya akan menderita sakit ringan saja itu tidak benar.

Menurut Rerie, data tersebut seharusnya bisa menjadi salah satu bahan pertimbangan untuk pengambilan keputusan otoritas pendidikan.

“Apakah perlu membuka tahun ajaran baru dalam waktu dekat dengan pelonggaran kebijakan atau melanjutkan dan memperkuat sistem belajar jarak jauh sepanjang pandemi Covid-19 masih berlangsung,” kata Rerie.

Rerie menambahkan, bahwa pendidikan memang merupakan sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar karena menyangkut generasi penerus. Namun ia juga berpendapat, apabila pemerintah memutuskan untuk membuka kembali kegiatan belajar mengajar di sekolah, maka perlu dirumuskan protokol kesehatan yang tepat, seperti pengaturan jarak bangku di kelas, menyiapkan fasilitas tempat cuci tangan sebanyak mungkin di sekolah, mengatur jarak bangku kantin, menyiapkan masker, menyiapkan hand sanitizer dan sebagainya.

Rerie mengambil contoh. salah satu sekolah di Korea Selatan yang memodifikasi sedemikan rupa bangku sekolah mereka dengan menyiapkan partisi.

“Hal ini perlu dipikirkan sejak jauh hari sebelum membuka kembali kegiatan di sekolah,” imbuhnya.

Lebih jauh dijelaskan, jika diputuskan kegiatan belajar mengajar masih dilakukan dari rumah atau jarak jauh, maka pemerintah perlu segera mengevaluasi proses belajar jarak jauh yang dalam beberapa bulan terakhir ini dilaksanakan.

Ia menegaskan, evaluasi mesti dilakukan hingga ke pelosok, termasuk melihat infrastruktur seperti jaringan internet, ketersediaan komputer, serta kemampuan guru dalam menyampaikan pelajaran secara jarak jauh. Hasil evaluasi tersebut, terangnya, dipakai sebagai dasar untuk perbaikan sistem belajar mengajar di masa mendatang.

“Saya kira upaya-upaya produktif untuk mencari solusi untuk meningkatkan kualitas belajar mengajar di masa wabah COVID-19 ini harus segera dilakukan. Karena jangan sampai generasi berikut menjadi korban akibat lalai memikirkan dunia pendidikan,” tutup Rerie.(idj/idj)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *