1 June 2020
  • 1 June 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Anak Gunung Krakatau, Badan Energi Kementrian ESDM : Tak Pernah Berdentum Sejak Awal Meletus. PVMBG : Dentuman Bukan dari Letusan

Anak Gunung Krakatau, Badan Energi Kementrian ESDM : Tak Pernah Berdentum Sejak Awal Meletus. PVMBG : Dentuman Bukan dari Letusan

By on 11 April 2020 0 108 Views

Ket.gbr: Gunung Krakatau (Foto: liputan6)

Jakarta, ROC – Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, letusan yang terjadi pada Jumat malam, yang menyerupai suara dentuman, bukan berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau.

Suara dentuman yang ramai dibahas di media sosial juga bukan merupakan letusan eksplosif dan hanya semburan.

“Saya sudah konfirmasi petugas pos pengamatan, mereka tidak mendengar karena letusannya juga kecil,” kata Kepala Bidang Mitigasi Gunung Api Hendra Gunawan saat dihubungi di Jakarta, Sabtu (11/4/2020).

Menurutnya, erupsi gunung yang terletak di Selat Sunda dalam wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, itu hanya mengeluarkan semburan dengan ketinggian berkisar 500 meter.

“Biasanya dalam jarak dua kilometer, kedengaran hanya suara desis saja,” tambahnya.

Pendapat Warga Dan Situasi Terkini Warga Terdekat

Diberitakan warganet ramai membahas dentuman di media sosial yang mereka duga ada hubungannya dengan erupsi gunung Anak Krakatau. Beberapa warga Bogor mengaku mendengar suara dentuman keras saat anak Krakatau dikatakan meletus. Vina Trisna Widiatie, warga Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengaku mendengar suara dentuman sekitar pukul 02.30 WIB. Awalnya Ia mengira bahwa suara tersebut adalah guntur pertanda hujan.

Selain itu, Ayda Parlina, warga Pancasan, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, juga mengatakan hal yang sama. Dia mengaku suara dentuman terdengar sampai ke rumahnya. Dia juga tak menyangka lantaran sebelumnya Bogor diguyur hujan yang cukup deras.

Disisi lain, BPBD Kabupaten Lampung selatan melaporkan kondisi terakhir di Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, Sabtu pukul 04.00 WIB, menyatakan tidak terpantau adanya bau belerang, debu vulkanik, dan hujan mulai turun hujan.

Masyarakat di kawasan itu, terutama wilayah sepanjang pantai, yaitu Desa Way Mulih, Desa Way Mulih Timur, dan Desa Kunjir, sudah berangsur-angsur kembali ke rumah masing-masing.

Gunung anak Krakatau tak pernah berdentum sejak awal meletus

Sementara itu, Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Rudy Suhendar mengatakan, sejak awal meletus, Gunung Anak Krakatau tidak pernah mengeluarkan dentuman.

“Gunung Anak Krakatau erupsi sejak 10 April 2020 pukul 22.35 WIB. Sampai sekarang masih berlangsung. Sejak awal letusan hingga saat ini, di Pos Pengamatan Gunung Api Pasauran, Banten, tidak terdengar dentuman,” kata Rudy dalam video rilis pada Sabtu (11/4/2020).

Rudy menjelaskan, tipikal letusan Gunung Anak Krakatau tidak bersifat eksplosif.

“Tipe letusan yang terjadi adalah strombolian,” jelasnya.

Rudy belum bisa memastikan dari mana bunyi dentuman yang didengar warga Jakarta hingga Bogor itu.

“Terkait dengan dentuman yang terdengar di Jakarta tadi malam, kami tidak bisa mengorelasikan letusan Gunung Anak Krakatau dengan dentuman di Jakarta,” ujar dia.

Sebelumnya diberitakan, PVMBG melaporkan telah terjadi erupsi Gunung Anak Krakatau, Jumat (10/4/2020) pukul 22.35 WIB.

Teramati tinggi kolom abu lebih kurang 500 meter di atas puncak. Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal condong ke arah utara.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 mm dan durasi lebih kurang 38 menit 4 detik.

“Dari pantauan PVMBG, terlihat bahwa letusan terus berlangsung sampai Sabtu (11/4/2020) pagi pada pukul 05.44 WIB,” ujar Kapusdatinkom BNPB Agus Wibowo melalui keterangan tertulis, Sabtu.(red)

 

 

👉Terimakasih sudah membaca & membagikan link republikonline.com

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *