21 August 2019
  • 21 August 2019
Breaking News

Amien Rais “Nyapres”, Sekedar Wacana Apa Manuver?

By on 11 June 2018 0 139 Views

Jakarta, (ROC) – Manuver Politik Partai Amanat Nasional (PAN) yang mewacanakan sosok Amien Rais yang akan didaulat menjadi calon Presiden RI yang akan bersanding dengan Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto menuai berbagai spekulasi.

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menilai wacana Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional ( PAN) Amien Rais maju sebagai capres belum tentu serius. Ia mengatakan bisa saja wacana tersebut digulirkan hanya untuk meningkatkan elektabilitas PAN.

“Saya, cenderung melihatnya dalam konteks Amien Rais sedang menerapkan teori coattail effect atau efek ekor jas,” kata Arsul seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (11/6/2018).

“Seperti yang dijelaskan dalam disiplin ilmu politik bahwa pencalonan tokoh partai pada jabatan presiden atau wapres akan memberikan dampak elektoral yang positif kepada partainya,” lanjut dia. Ia memaparkan beberapa partai sempat menikmati efek ekor jas saat mengusung tokohnya dalam Pilpres.

Misalnya, pencalonan SBY pada Pilpres 2009 memberikan efek elektoral kepada Demokrat. Demikian pula saat ini pencapresan Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto mengindikasikan adanya coattail effect yang dinikmati PDI-P dan Gerindra melalui sejumlah survei.

Karena itu, Arsul tak melihat hal tersebut sebagai pernyataan yang serius dalam konteks Pilpres. Apalagi, Gerindra dan PKS diperkirakan tak akan menerima jika yang menjadi capres dari koalisi mereka Amien Rais. Ia melihat Amien Rais sedang mencoba peruntungan tersebut. Menurut dia, nilai jual Amien Rais di kelompok Islam tertentu lebih tinggi daripada Zulkifli Hasan selaku Ketua Umum PAN

“Pertanyaannnya apakah statement sebagai capres akan banyak memberikan coattail effect ke PAN? Saya sih melihat persepsi publik tentang Amien Rais tak sekuat seperti Jokowi atau Prabowo. Bahkan tak sekuat SBY yang dua kali menjadi Presiden,” tutur Arsul.

Sementara Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau lebih familiar disebut Cak Imin memprediksi Amien Rais bisa lebih kuat daripada Ketum Gerindra Prabowo Subianto sebagai capres. Gerindra menilai pada akhirnya Amien secara resmi akan bergabung ke koalisi dan mendukung Prabowo di Pilpres 2019.

“Jangan-jangan Pak Amien dengan Prabowo kuat Pak Amien,” ujar Cak Imin saat dimintai tanggapan oleh Detik pada Senin (11/6/2018).

Hal tersebut, kata Cak Imin, lantaran Prabowo sudah pernah kalah oleh petahana Presiden Joko Widodo pada Pilpres 2014. Untuk itu, Amien disebut lebih memiliki peluang melawan Jokowi di Pilpres 2019.

Bukan cuma itu, kekuatan Amien dari sisi keumatan dinilai juga lebih besar daripada Prabowo. Itu lantaran posisi Amien sebagai tokoh Muhammadiyah.

“Analisis saja, Pak Amien bekas Ketum Muhammadiyah, Prabowo sudah pernah tanding. Hari ini mungkin butuh yang baru tanding,” tutur Cak Imin, yang kini tengah running untuk bisa maju sebagai cawapres.

Sedangkan menurut Ketua Tim Pemenangan Pemilu Partai Gerindra Sandiaga Uno mengatakan bahwa ada peluang duet Prabowo Subianto-Amien Rais di pilpres 2019. Dia menyatakan semua hal bisa terjadi dalam politik.

“Dalam politik itu semua sangat cair dan sangat posibble, dan sangat mungkin,” kata Sandi di Jalan Hashim Ashari, Jakarta Pusat, Senin (11/6/2018).

Namun, Sandi mengatakan posisinya tidak untuk menyandingkan antara Prabowo dan Amien. Disampaikan Sandi, posisinya di tim pemenangan pemilu hanya membangun mitra koalisi yang fokus pada pembangunan ekonomi.

“Saya tidak dalam posisi untuk menyandingkan. Tugas saya adalah membangun mitra koalisi yang fokus pembangunan ekonomi dan saya yakin semakin hari semakin terlihat momentum masyarakat yang menginginkan pembangunan perceoatan ekonomi melalui pemerintah yang fokus di bidang ekonomi, fokus di bidang lapangan kerja dan fokus atasi biaya yang tinggi,” jelasnya.

Sebelumnya, Gerindra belum bersikap apakah siap menyorongkan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais sebagai cawapres Prabowo Subianto. Nama cawapres Prabowo akan dirundingkan bersama parpol koalisi.

“Kalau bicara siapa pendamping Pak Prabowo, semua harus dirundingkan. Tak hanya Pak Amien, mau Bang Zul, 9 nama PKS, Mas AHY, Mas Anies, Pak Gatot, siapa pun,” ujar Anggota Badan Komunikasi DPP Gerindra Andre Rosiade kepada wartawan, Minggu (10/6).

Gerindra menghormati sikap Amien yang siap nyapres karena dilindungi konstitusi. Amien dinilai memiliki kapasitas. (Red/KDC/DTC)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *