26 May 2019
  • 26 May 2019
Breaking News

Pemantau Cuaca di BPBD Ditinjau Langsung Oleh Wabup Mojokerto

By on 8 January 2019 0 2035 Views

Mojokerto, Roc – Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah mendapatkan bantuan alat pemantau cuaca dan pengintregasian bencana dari Pusat Pengendalian Operasi-Penanggulangan Bencana (Pusdalop-PB), dari BNPB.

Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi meninjau langsung alat pemantau cuaca dan pengintegrasian kebencanaan diKantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto dan didampingi oleh Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Moh. Zaini.

Perangkat ini merupakan alat-alat canggih, dimana setiap BPBD wajib punya, gunanya untuk mempercepat penanggulangan bencana darurat. Alat ini juga sangat berguna untuk melakukan komunikasi atau teleconferens dengan wilayah lain dslam melakukan pemantauan adanya suatu bencana.

Kepala BPBD Kabupaten Mojokerto Moh. Zaini menjelaskan bahwa alat tersebut sudah terkoneksi dengan Pusdalops Propinsi juga wilayah lainnya yang sudah mendapatkan bantuan dari Pusdalops-PB.

Hal ini merupakan upaya kita untuk melakukan percepatan aksi penanggulangan bencana, dalam hal ini untuk menghindari atau mengurangi dampak bencana. Oleh karena itu sebelum terjadinya bencana kita sudah siap siaga.

Bantuan alat canggih tersebut mencapai nilainya Rp. 1,4 miliar yang terdiri dari set mebeler, set radio SSB, komputer, LED monitor, dan mondopad. Sedangkan Mondopad sendiri yang berwujud layar multi-touch besar beroperasi secara mandiri layaknya komputer dan dikhususkan untuk kolaborasi.

Di ruangan Pusdalops-PB, mondopad telah terhubung dengan instalasi pemantau bencana dititik yang rawan bencana, yang sudah terpasang sebelumnya. Di Jawa Timur sendiri mondopad baru dimiliki oleh tiga daerah yaitu, Ponorogo, Gresik dan Mojokerto. BPBD Kabupaten Mojokerto sendiri sudah mempunyai inovasi SIMONA yaitu Sistem Informasi Mojokerto Aman Bencana. Dimana Simona ini merupakan suatu aplikasi yang bisa diunduh secara gratis oleh masyarakat melalui playstore pada perangkat smartphone maupun tablet.

Aplikasi ini bekerjasama dengan BMKG, memberi update informasi terbaru setiap saat, tentang keadaan cuaca di Kabupaten Mojokerto. Pemerintah Kabupaten Mojokerto telah banyak mencegah penanggulangan bencana sesuai arahan Undang Undang nomor 24 tahun 2017. Tahap pra bencana sudah dibentuk Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB)sebagai ruang tampung aspirasi pengurangan resiko bencana untuk dasar dilaksanakannya kegiatan oleh Pemerintah.

Fase tanggap kejadian BPBD sudah merekrut 15 orang Tim Reaksi Cepat yang dibidang renang serta evakuasi korban bencana. Serta telah melakukan Mou dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Stikes, RS swasta dan BMKG.

Wakil Bupati Mojokerto Pungkasiadi dalam kesempatan ini mengatakan bahwa dengan adanya bantuan alat canggih ini, mengharapkan supaya BPBD semakin profesional dalam hal kesiapsiagaan bencana. Pemerintah Kabupaten juga berharap agar seluruh alat Pusdalops-PB bisa dioperasikan dengan baik oleh SDM yang tepat serta handal.

Pemerintah Kabupaten Mojokerto banyak mengucapkan terimakasih atas bantuan dari BNPB berupa rang Pusdalops-PB beserta perangkat pemantau bencana. Saya mengharapkan bahwa alat canggih ini bisa dioperasikan dengan baik dan benar oleh tenaga ahli yang tepat, handal serta memgerti.

Selain Pengecekan Ruang Pusdalops Wakil Bupati Mojokerto juga menyempatkan diri untuk melihat gudang logistik yang berisikan peralatan tanggap bencana. Salah satunya alat Water Treatment atau penjernihan air bantuan dari BNPB, dan dua unit mobil damkar yang baru dibeli dengan anggaran PAK APBD tahun 2018 senilai Rp. 3,4 miliar. (Hadi/ Red7)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *