21 August 2019
  • 21 August 2019
Breaking News

Akhiri Wisata di Sydney, Dari Kangguru Hingga Opera House

By on 2 July 2018 0 155 Views

Sydney, ROC – Keluarga Republik menghabiskan waktu disela-sela kunjungan bisnis nya di Sydney, Australia dengan mengunjungi beberapa spot wisata di negara tersebut. Selain Kangguru dan Koala, Icon terkenal opera house juga dikunjungi Keluarga Republik.

Setelah mengunjungi Konjen RI di Sydney Australia Heru Hartanto Subolo, yang merupakan teman satu alumamater Mayjen (Purn) TNI, DR. Ir. H. Suharno, Prawiro di SMA 1 Karanganyar Surakarta, Keluarga Republik mengunjungi kebun binatang terkenal di daerah tersebut yakni Featherdale Wildlife Park.

Didirikan pada 7 hektar tanah yang awalnya dibeli oleh Charles dan Marjorie Wigg pada tahun 1953, Featherdale telah berevolusi dari peternakan unggas menjadi salah satu taman margasatwa pribadi terbaik di Australia.

“Featherdale dibuka untuk umum sebagai taman margasatwa pada tahun 1972, tempat ini memiliki komitmen terhadap pendidikan hewan dan lingkungan. Program Pendidikan Satwa Liar sudah mapan dan sangat sukses,” ujar Suharno.

Di tempat tersebut terdapat The “Learning Burrow” adalah amphiteater terbuka dengan tempat duduk untuk 90 siswa. Jadi tempat tersebut merupakan tempat pembelajaran bagi para siswa agar lebih mengenal habitat asli dari hewan local disana.

Keluarga Republik saat mengunjungi Featherdale Wildlife Park, Sydney, New South Wales, Australia. (29/6)

“Sangat bagus, jikalau Indonesia memiliki taman margasatwa khusus seperti ini, diprioritaskan untuk Pendidikan bagi siswa sekolah dan masuk dalam kurikulum, sehingga saya yakin kedepan bangsa Indonesia akan semakin menghargai habitat hewan local yang ada di negara kita hingga tidak akan punah,” ucapnya.

Setelah puas membawa istri, anak dan cucunya bermain bersama kangguru dan koala, bapak Suharno tidak lupa menyempatkan diri untuk mengunjungi Gedung iconic di negara tersebut yaitu Opera House.

Untuk diketahui, Opera House Sydey adalah salah satu bangunan abad ke-20 yang paling unik dan terkenal. Gedung ini terletak di Bennelong Point,  Sydney Harbour dekat dekat dengan Sydney Harbour Bridge dan pemandangan kedua bangunan ini menjadi ikon tersendiri bagi Australia.

Bagi jutaan turis yang datang, gedung ini memiliki daya tarik dalam bentuknya yang seperti cangkang siput. Selain sebagai objek paiwisata, gedung ini juga menjadi tempat berbagai pertunjukkan teater, balet, dan berbagai seni lainnya.

Keluarga Republik dengan latar belakang Opera House, Sydney. (29/6)

“Desainnya dibuat oleh Jorn Utzon dari Denmark pada tahun 1955. Utzon sendiri datang ke Sydney untuk supervisi pada 1957. Dan bagusnya, gedung ini juga masuk kedalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 2007,” paparnya.

Perjalanan bisnis dan wisata keluarga Republik ke Negara New Zealand dan Australia dengan berat hati harus diakhiri, dikarenakan Mayjen (Purn) DR.Ir.H. Suharno Prawiro, MM harus kembali ke aktifitas semula, untuk melengkapi berkas dan persyaratan sebagai Calon DPD-RI wilayah Jabar, sedangkan Ibu Dr. Hj. R. Adjeng Ratna Suminar, SH, MM, harus melengkapi persyaratan guna mencalonkan kembali sebagai anggota DPR-RI wilayah Jabar 2.

Keluarga Republik berharap dengan didapatnya beberapa ilmu dan peluang usaha di kedua negara tersebut, bisa menjadi bahan untuk membuka lapangan usaha dan pekerjaan serta mensejahterakan seluruh Keluarga Republik.

“Semoga Republik bisa semakin Berjaya dan berkuasa,” pungkas Suharno. [RedROC]

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *