26 March 2019
  • 26 March 2019
Breaking News
  • Home
  • Headline
  • Ahli Vulkanologi ini Sebut, Letusan Gunung Krakatau Bukan Penyebab Tsunami

Ahli Vulkanologi ini Sebut, Letusan Gunung Krakatau Bukan Penyebab Tsunami

By on 3 January 2019 0 11007 Views

Jakarta, Roc – Tsunami di Selat Sunda yang terjadi beberapa pekan yang lalu, dinyatakan tidak ada kaitannya dengan erupsi letusan Anak Gunung Krakatau.

Hal tersebut disampaikan oleh Ahli Vulkanologi, Surono, dalam acara forum Jitu dengan materi “Mitigasi Bencana Masih Menjadi PR” di café Pemuda 289, Rawamangun, Jakarta Timur Kamis (03/01).

Pria yang akrab dipanggil mbah Rono ini mengatakan, agar masyarakat tidak menyalahartikan penyebab terjadinya tsunami di Selat Sunda.

“Jangan ada diskusi lagi, jangan beri judul tsunami di Selat Sunda disebabkan oleh letusan Anak Krakatau,” ujarnya.

Mantan Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) ini menyatakan bahwa penyebab terjadinya tsunami di Selat Sunda karena longsoran Anak Gunung Krakatau. Dimana, hal tersebut telah diteliti dan dipublish sejak tahun 2012 yang lalu.

“Ini bukan letusan tapi longsoran Gunung Anak Krakatau. Tsunami di Selat Sunda sudah diteliti, tsunami di Selat Sunda disebabkan karena longsoran,” ungkapnya.

Menurutnya, apabila Anak Gunung Krakatau bisa berbicara, maka gunung yang berada diantara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera ini akan mengiyakan apa yang disampaikannya tersebut.

Mantan Kepala Basarnas, Marsdya (Purn) Daryatmo, S.IP, yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, mitigasi harus dibumikan di Indonesia.

“Mari kita bumikan mitigasi ini agar Indonesia terhindar dari ancaman bencana alam,” ujar Daryatmo.

Daryatmo menyebut bahwa pemahaman mitigasi di Indonesia masih sangat minim. Dimana, hal tersebut sangat berbeda dengan di Jepang.

“Pemahaman masyarakat yang menurut saya ini nol dan sama sekali tidak. Apabila kita masuk sebuah gedung bertingkat di Jepang diberikan petunjuk kita akan diberikan petunjuk kemana kalau terjadi gempa. Siapa yang tanggung jawab ini, tentunyanya adalah pemangku kepentingan semua,” tuturnya.

Iapun menambahkan, peran mitigasi di Indonesia belum berjalan dengan baik. Hal tersebut terlihat dari masih banyaknya korban akibat bencana-bencana yang melanda di Indonesia.

Sementara, calon anggota Senator Jawa Barat, Mayjen TNI (Purn) DR. Ir. H. Suharno, MM yang turut pula berkesempatan hadir dalam acara tersebut menerangkan bahwa, mitigasi bencana sebetulnya sangat mudah untuk diimplementasikan terhadap masyarakat, salah satunya adalah dengan memberikan petunjuk singkat.

“Sebetulnya sangatlah mudah, tinggal bagaimana pemerintah memberikan semacam petunjuk praktis seperti peta atau brosur singkat yang dibagikan kepada masyarakat, uang ada kok sampai 7 trilyun, alat juga ada, tapi kalau tidak diimplementasikan dalam petunjuk atau brosur singkat ini tidak menimbulkan efek yang baik dan signifikan pada rakyat,” tegasnya.

Beliau menuturkan bahwa, saat ini yang terpenting bagi masyarakat adalah dengan memberikan pembekalan pada masyarakat dalam mitigasi bencana.

“Brosur dan latihan, ini yang perlu disosialisasikan, kita sebut saja bencana ini adalah suara alam, dan suara alam ini diterjemahkan oleh para ahlinya, sehingga muncullah program tanggap darurat dan mitigasi bencana,” kata Suharno.

Beliau mengharapkan agar pendidikan mitigasi bencana ini bisa di masukkan dalam ekstra kulikuler di setiap sekolah, misalkan dalam kegiatan pramuka, PMR ataupun dalam bentuk buku cerita yang disampaikan oleh para tenaga pendidik di sekolah. (Red)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *