19 January 2021
  • 19 January 2021
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • Ada Perintah Berhentikan Risma, Khofifah Langsung Tunjuk Plt Wali Kota

Ada Perintah Berhentikan Risma, Khofifah Langsung Tunjuk Plt Wali Kota

By on 26 December 2020 0 59 Views

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. /Humas Pemprov Jatim

ROC  – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawangsa mengaku sudah menerima perintah dari Menteri Dalam Negeri melalui radiogram terkait pergantian Tri Rismaharini.

Gubernur Khofifah langsung menunjuk Whisnu Sakti Buana sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya menggantikan Tri Rismaharini atau Risma.

Seperti diketahui, Risma resmi dilantik Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Rabu, 23 Desember 2020 di Istana Negara.

Menurut Khofifah, penunjukan Whisnu itu dilakukan setelah dirinya menerima radiogram dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Nomor: 131.35/7002/OTDA.

“Sudah ada perintah resmi dari Mendagri, sehingga per-hari ini Pak Whisnu Sakti Buana menjabat Plt Wali Kota Surabaya,” kata Khofifah di Surabaya pada Kamis (24/12).

Oleh karena itu, Gubernur Jawa Timur (Jatim) itu pun langsung menerbitkan Surat Perintah bernomor 131/1143/011.2/2020 tertanggal 23 Desember 2020 yang telah dikirimkan kepada Sekretariat Daerah Kota Surabaya.

Mendagri, Gubernur, Khofifah, Risma, Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana

Khofifah mengatakan, dalam surat dari Kemendagri itu, terdapat dua perintah yang dialamatkan kepada Gubernur.

Pertama, menunjuk Whisnu Sakti Buana sebagai pelaksana tugas wali kota.

Kedua, meminta DPRD Surabaya segera menyelenggarakan rapat paripurna tentang usul pembergentian wali kota dan usulan mengangkat wakil wali kota sebagai wali kota.

Pada radiogram dari Kemendagri, Khofifah mengatakan, merujuk pada Pasal 78 ayat 2 huruf g, yang menyebutkan, bahwa kepala daerah diberhentikan karena diberi tugas dalam jabatan tertentu oleh Presiden yang dilarang dirangkap oleh ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Maka dari itu, Bu Risma yang kini menjabat sebagai Menteri Sosial secara otomatis berhenti dari posisi sebelumnya sebagai wali kota,” kata Khofifah.

Selain itu, Gubernur Jatim itu menerangkan, dalam Undang-undang Nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negara pasal 23 huruf a, disebutkan menteri dilarang merangkap jabatan sebagai pejabat negara lainnya.

Sesuai periode kepemimpinannya, masa jabatan Whisnu memimpin Kota Pahlawan akan berakhir pada 17 Februari 2021.

Seperti diketahui, sebelumnya Presiden Jokowi telah melantik enam menteri dan lima wakil menteri pada Rabu, 23 Desember 2020 di Istana Negara.

Berikut daftar ke enam Menteri yang telah dilantik Presiden Jokowi;

1. Rismaharini sebagai Menteri Sosial menggantikan Juliari P Batubara.

2. Sandiaga Salahudin Uno sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Whisnutama.

3. Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Agus Terawan.

4. Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama Fachrul Razi.

5. Wahyu Sakti Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edhy Prabowo; dan

6. M Luthfi sebagai Menteri Perdagangan.

Selain mengganti dan melantik 6 (enam) menteri baru, Presiden Jokowi juga mengangkat dan melantik 5 (lima) Wakil Menteri (Wamen).

Red

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *