26 May 2019
  • 26 May 2019
Breaking News
  • Home
  • Nasional
  • Politik
  • Apakah Paslon Yang Diusung Partai Besar Dapat Menang di Pilkada Jawa Barat?

Apakah Paslon Yang Diusung Partai Besar Dapat Menang di Pilkada Jawa Barat?

By on 4 June 2018 1 169 Views

JAKARTA, ROL  – Pemilihan Kepala Daerah Serentak tahun 2018 untuk wilayah Jawa Barat sedianya akan diikuti 1 provinsi, 16 kabupaten dan kota, dengan jumlah calon mencapai 61 pasangan.

Seperti apa data dan fakta Pilkada Jawa Barat ? Melihat dari data yang dihimpun redaksi, hampir seluruh paslon diusung oleh partai, sedangkan 6 kandidat lainnya menempuh jalur independent. Pertanyaannya, apakah paslon yang diusung oleh banyak partai yang gendut dengan sejumlah kursi akan menang telak?

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, fakta yang terjadi dilapangan, partai politik yang memperoleh suara besar atau banyak perolehan jumlah kursi, belum tentu berkorelasi pada besarnya potensi atau peluang untuk menang pada pemilihan umum kepala daerah (pilkada) 2018. Sebab, bisa saja partai politik peraih kursi kecil atau tidak mencapai ambang batas yang berkoalisi dengan partai lain, tetap berpeluang untuk menang.

Kemenangan dalam pemilihan kepala daerah  tidak selalu berbanding lurus dengan hasil pemilu legislatif. Artinya, partai politik pemenang pileg belum tentu akan banyak memenangkan pilkada

Korelasi hasil pemilu dan pilkada bukan soal kekuatan, tapi soal syarat administrasi bagi partai politik atau gabungan partai politik yang akan mengajukan calon kepala daerah.

Persyaratan itu soal ambang batas perolehan kursi partai atau gabungan partai yaitu sebesar 20 persen kursi hasil pemilu. Jadi, belum tentu partai yang memiliki suara terbanyak menang, bisa saja yang suaranya sedikit setelah berkoalisi dengan partai lain.

Penyebabnya adalah partai bukan sebagai mesin yang efektif dalam pengumpulan suara, yang bekerja mencari suara adalah para tim sukses, saudara, orang-orang terdekat atau orang-orang bayaran dari calon. Partai hanya beperan pada saat mengusung calon, tapi kemampuan dalam pemenangan sangat terbatas.

Partai pemenang pada pileg yang saat ini mengusung calon kepala daerah, tentu tidak otomotis bakal menang di semua pilkada karena karakteristiknya memang beda.

Pada sistem pilkada langsung, menurutnya, pemilih parpol tertentu belum tentu otomatis memilih calon kepala daerah yang diusung oleh parpol pilihannya. Meskipun, lanjutnya, ada juga pemilih partai yang loyal terhadap partainya dan akan memilih pasangan calon yang diusung partai pilihannya.

Bisa dihitung, jumlah pemilih yang loyal terhadap partainya saat ini tidaklah banyak. Banyak faktor kemenangan yang mesti dianalisis. Biasanya, faktor ketokohan, figur dan personalitas kandidat lebih dominan menjadi pertimbangan memilih dibandingkan dengan partai.

Untuk memprediksi partai mana yang bakal banyak memenangkan pilkada, biasanya dapat dilihat dari hasil survei, tetapi itu semua hanyalah sebatas prediksi, karena yang Namanya prediksi bisa benar dan bisa salah.

Salah satu contoh konkrit adalah, waktu Pilgub DKI Jakarta dan Banten, dimana PDI-P yang notabene partai yang gendut jumlah kursinya, walaupun berkoalisi dengan beberapa partai, tidak serta merta calon yang diusungnya menang. Basuki Tjahja Purnama (Ahok) kalah di DKI Jakarta, Rano Karno kalah telak di Banten.

Jadi, jawaban untuk pilkada serentak di Jawa Barat ini akan dimenangkan oleh partai pengusung yang besar, jawabannya belum pasti, karena pemilih lebih menyukai calon yang dianggapnya mempunyai kharisma, ketokohan, malah sebagian besar pemilih generasi muda atau yang baru lebih memilih orang yang sering dipublish, public figure, atau bahkan memilih orang yang ganteng atau cantik. (RED)

1 Comment
  • Detri ahmad 12 months ago

    Sepertinya situasi sekarang berbeda dan tidak seperti sebelumnya, para pemilih sudah Cerdas dan tidak mudah tertipu oleh pencitraan, semoga hasil pilkada ini menghasilkan pemimpin yang amanah jujur dan adil, Aamiiin

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *