7 April 2020
  • 7 April 2020
Breaking News
  • Home
  • Redaksi
  • 21 Februari 2020, Pendaftaran KIP Kuliah Dibuka

21 Februari 2020, Pendaftaran KIP Kuliah Dibuka

By on 18 February 2020 0 123 Views

ROC — Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan membuka pendaftaran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah. Pendaftaran KIP Kuliah akan dibuka mulai tanggal 21 Februari 2020.

“Betul (pendaftaran dibuka tanggal 21 Februari). Bersamaan dengan pembukaan pendaftaran SMPTN,” kata Plt Dirjen Pendidikan Tinggi, Nizam, di Jakarta, Senin (17/2).

Pernyataan yang sama juga disampaikan Plt Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktora Pendidikan Tinggi Kemendikbud, Paristiyanti Nurwadani. KIP Kuliah ini bagi calon mahasiswa baru yang baik dalam akademik namun kurang mampu.

“Rencannya KIP Kuliah pendaftaran akan dimulai tanggal 21 Februari kemudian diperuntukkan bagi lebih 400 ribu calon mahasiswa baru sesuai UU 12 (untuk) berpotensi akademik tapi kurang mampu,” kata Paristiyanti di Universitas Sahid Jakarta, Jalan Prof DR Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (17/2).

Paristiyanti mengatakan peserta didik yang memiliki KIP atau Kartu Keluarga Sejahtera akan diprioritaskan untuk mendapatkan KIP Kuliah. Sementara, yang tidak memikili kedua kartu itu masih bisa mendaftar KIP Kuliah dengan syarat tertentu.

“Nggak punya KIP, nggak punya Kartu Sejahtera, masih bisa daftar. Tapi dengan dokumen valid tapi juga akan di valdasi oleh Perguruan Tinggi, apa memang betul dari keluarga kurang mampu tapi potensi akademiknya bagus dan diterima di Perguruan Tinggi, maka juga bisa,” kata Paristiyanti.

Selain itu, Paristiyanti mengatakan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) soal KIP Kuliah masih dalam proses kajian. Kemendikbud juga berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM dalam proses tersebut.

“Permendikbud bukan kayak bikin surat. Namanya peraturan haris dikaji. Ini kami kerjasama dengan Kumham agak lebih ngebut menyelesaikan KIP Kuliah. Saya yakin tidak lama lagi Kemenku HAM yang selama ini juga sangat membantu kami,” tutur Paristiyanti.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menganjurkan, agar nantnya KIP dan KIP Kuliah, harus dikawal, agar tepat sasaran. Jokowi meminta menteri terkait mengimplementasikan penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan KIP Kuliah tepat sasaran. Jokowi tidak ingin ada anak putus sekolah karena biaya pendidikan.

“Tentang program beasiswa, saya minta implementasi penyaluran KIP, KIP Kuliah dan beasiswa agar dikawal dengan baik sehingga tepat sasaran. Jangan sampai ada yang tidak sekolah gara-gara biaya pendidikan,” kata Jokowi saat membuka rapat terbatas mengenai pendidikan dan beasiswa di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

(idj/idj)
Foto : silabus.org

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *