27 October 2020
  • 27 October 2020
Breaking News
  • Home
  • Internasional
  • 12 Anggota Garda Revolusi Iran Tewas Terkena Ranjau Darat di Suriah

12 Anggota Garda Revolusi Iran Tewas Terkena Ranjau Darat di Suriah

By on 19 November 2019 0 201 Views

ROC – Sebanyak 12 anggota milisi yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) tewas dan 10 lainnya terluka dalam ledakan ranjau darat pada Senin (18/11), di sebuah lahan yang dulunya merupakan kawasan pertanian, di Provinsi Homs di Suriah Tengah.

Media lokal melaporkan bahwa sebuah iring-iringan milisi Iran Haj Kamal menabrak ladang ranjau di daerah Halhila dekat kota Sokhna, sebelah timur Palmyra. Selain menelan korban nyawa, ledakan menghancurkan dua truk pick-up dan kerusakan lainnya. Demikian dilansir dari laman Alarabiya, Selasa (19/11).

Sejumlah milisi yang didukung Iran, termasuk Hizbullah dan Pasukan Mobilisasi Populer Irak (PMF) telah dikerahkan di Homs dan Deir az-Zour untuk mendukung rezim Suriah. Ranjau tersebut diduga ditanam kelompok ISIS, yang beberapa waktu lalu menguasi wilayah sekitar kota Palmyra.

ISIS memasang ranjau dalam jumlah besar ketika dipaksa mundur dari wilayahnya di sepanjang Suriah dan Irak, yang membunuh ratusan warga sipil dan tentara khususnya di wilayah Deir az-Zour. Pembersihan ranjau darat di bekas benteng ISIS masih menjadi tantangan utama di wilayah yang telah diambil alih itu.

Dijaga Milisi Pro Assad

Milisi Iran, Afghanistan, dan Pakistan ditempatkan di perbatasan wilayah selatan dan sepanjang Sungai Eufrat di Provinsi Deir az-Zour di Al Bukamal dan Al Mayadeen di wilayah timur, dekat perbatasan wilayah tenggara, dimana masih menjadi kantong ISIS.

Pengerahan milisi pro rezim Presiden Suriah Bassar Al Assad ini juga memaksa banyak keluarga dan warga sipil melarikan diri dari wilayah tersebut, karena mereka kerap dijadikan target sel ISIS.

Sebagian besar wilayah selatan, tengah, dan timur Suriah terdiri dari gurun dan penduduknya sedikit, artinya sel-sel ISIS dapat beroperasi dari tempat persembunyian, melakukan serangan mematikan secara sporadis sebelum mundur ke hutan belantara.

ISIS berhasil dikalahkan dan dipukul mundur dari markas terakhir mereka Baghouz, di perbatasan tenggara, pada Maret 2019.

 

(Red/Merdeka)

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *